“cerita negara kita”

Just another WordPress.com weblog

Archive for Maret 13th, 2009

Pasukan Khusus Indonesia

Posted by suryasajalah pada Maret 13, 2009

Seperti yang kita ketahui bersama dalam TNI dikenal beberapa macam pasukan khusus. Tapi yang anda sebutkan adalah unit2 anti teror “khusus” yang notabene direkrut dari pasukan khusus intern organik-nya (misal anggota den 81 kopassus, anggotanya jg diambil dari kopassus yang sudah berkualifikasi sandhi yudha) dalam beberapa tingkatan pelatihan khusus dan tes ketat…barulah mereka bisa memperoleh kualifikasi anti teror. Tim anti teror milik TNI BERBEDA dengan Detasemen 88 POLRI (non brimob) atau detasemen GEGANA BRIMOB POLRI dalam beberapa hal. Baik scr organisasi, standart rekruitmen personel, dan tugas pokok. Karena militer cenderung melatih para prajuritnya secara “lebih ganas” daripada polisi yang penugasannya adalah penegak hukum. Kewenangan dan penugasan kepolisian bisa berlaku pada seorang prajurit militer…tetapi belum tentu polisi bisa mengemban tugas militer. Seperti yang terjadi di Aceh ketika tim Brimob “ngotot” masuk belantara aceh…..mereka sering kali kocar kacir…karena memang bukan “habitat”-nya disana. Konteks adanya pasukan Brimob (yang berstatus PARAMILITER-dilatih seperti tentara tapi bukan tentara) tentu saja hatus dikaji ulang 

Calon anggota GULTOR pada Kopassus TNI AD harus sudah menempuh kualifikasi : 
a. intelijen (minimal intelijen tempur) 
b. wing combat freefall / jump master dan mobud 
c. kemampuan menembak pistol dan senapan minimal klas 2 
d. berenang dan menyelam 
e. mempunyai kualifikasi tambahan dari korps asal (bagi non korps infanteri) 

GULTOR EDUCATION
Personel gultor dididik sembilan bulan (untuk pertempran khusus selama 6 bulan dan keahlian per orangan 3 bulan di SEKOLAH PERTEMPURAN KHUSUS PUSDIKPASSUS BATU JAJAR) dengan metode SAS dan GSG – 9 (untk keahlian anti teror). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa model pendidikan anggota kopassus merupakan kiblat bagi saudara2 nya yang lain 

Tentang Taifib KORPS MARINIR TNI AL , kopaska dan DENJAKA (PART II) : 

Personel INTAI AMPHIBI MARINIR AL direkrut dari anggota berbagai macam keahlian dalam lingkup Korps Marinir. Dan calon harus minimal berdinas 2 tahun dan punya wing para 

Standart perekrutan untuk calon anggota taifib sama dengan umumnya perekrutan pasukan khusus ditambah dengan tes berenang dengan tangan dan kaki terikat sepajang 2 km. 

Pendidikan calon anggota Taifib dulunya dilaksanakan di jakarta dan di surabaya (menurut batalyon masing2) tetapi sekarang dilaksanakan di PUSLATPUR MARINIR Karangtekok Situbondo JATIM. Lama pendidikan 8 bulan meliputi : jungle warfare and survival,tahap rawa lanjutan. tahap laut lanjutan. pendaratan pantai khusus, medis, operasi raid amphibi, perang kota dan operasi amfibi rintis (untuk pancangan landing pasukan pendarat) serta combat freefall dan menembak dengan berbagai senjata+ intelijen tempur. Brevet Taifib DIKLAIM sama dengan brevet KOMANDO kopassus. 
Marinir punya 2 batalyon taifib utk pasmar 1 dan 2. Kedudukan Taifib adalah 1 tingkat dibawah DENJAKA. 

KOPASKA (KOMANDO PASUKAN KATAK) : 

Anggota kopaska direkrut dari anggota TNI AL non anggota korps marinir. 
Calon anggota Kopaska selain di tes dengan standar militer juga di tes tentang kemampuan renang-nya. karena KOPASKA adalah satuan khusus untuk peperangan laut setingkat US NAVY SEAL. kopaska hanya menerima 5 – 10 orang setahun (yang lulus pendidikan sepaska) 

Anggota KOPASKA dididik di pusdik paska di pondok duyung. Lama pendidikan adalah 7 bulan. Diawali dengan pekan orientasi fisik, dan tehnik beregu senapan, dilanjutkan dengan hell week ( minggu neraka) dimana fisik dan mental siswa di “bantai” habis habisan dengan kegiatan yang sangat melelahkan baik skenario tempur atau kemampuan fisik terutama aspek kegiatan di laut (berenang, mengayuh rakit dsb), tahap selanjutnya adalah pengenalan tehnik terjun payung tempur di BATUJAJAR (pusdik passus) kadang kala kopaska juga “menitipkan” siswa nya ke sekolah para korps marinir di pusdik MArinir – gunungsari surabaya. Setelah lulus, dilanjutkan dengan tahap laut dimana para siswa mendalami selam tempur, UDT dan operasi raid amfibi, survival dan perang hutan. Pendidikan Kopaska ditutup dengan latihan berganda di P. LAKI dan ditandai dengan pembaretan serta pemberian brevet MANUSIA KATAK kepada anggota baru KOPASKA. Metode pendidikan kopaska diadaptasi dari metode pendidikan komando kopassus 

DENJAKA : (DETASEMEN JALA MENGKARA) 

DENJAKA adalah satuan gabungan antara personel kopaska dan taifib marinir. anggota DENJAKA dididik di bhumi marinir CILANDAK dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek LAut) lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya DENJAKA memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut 

 BATALYON RAIDER : 

Awalnya (th60-an) Raider dibetuk sebagai pasukan infanteri pemukul yang kemampuannya bisa 10 kali lipat pasukan infanteri biasa. Kemampuan mereka dilatih oleh RPKAD dengan dibekali cara bertempur komando tingkat regu tahap pantai dan hutan, survival,menembak jitu dan pengetahuan ttg operasi raid yang tidak dipelajari pada pasukan infanteri biasa. Raider berasal dari satuan tentara di bawah komando pasukan teritorial (KODAM). Awalnya berasal dari nama satu batalyon dalam resimen Achmad Yani yang bernama BANTENG RAIDER. pelatihan RAIDER..entah bagaimana ceritanya akhirnya menjadi syarat mutlak bagi prajurit para dalam lingkungan KOSTRAD. setelah tahun 1967 maka Pelatihan Raider diharuskan untk semua prajurit infanteri yang berasal dari organik KODAM maupun KOSTRAD. Ditambah lagi siswa dari kecabangan tempur yang lain baik dalam KODAM maupn KOSTRAD. 

Pelatihan RAIDER dulunya tidak bertempat pada suatu lokasi pendidikan. Mereka berpindah pindah…walaupun sebenarnya pusat pendidikan latihan pertempuran AD sudah ada di tiap KODAM….. diawali dengan basis hutan, gunung, laut dan rawa serta tehnik operasi peledakan perang kota dan intelijen. pendidikan ini berkisar antara 8 bulan. instruktur langsung oleh kopassus. Sekitar tahun 78, batalyon infanteri berkualifikasi Raider dibubarkan. Dan Pelatihan Raider tidak digunakan lagi. Sebagian pelajaran pelatihan Raider digunakan dalam latihan yudha wastu pramuka (tahap II) bagi calon prajurit Infanteri. 

Raider hidup lagi berkat gagasan KSAD Jend. Ryamizad. Beliau menilai keahlian Raider sebenarnya sangat penting dan efisien untk operasi militer. Walaupn Ryamizard tidak pernah merasakan latihan Raider murni (yang berpindah pindah itu….) tapi dia paham akan pentingnya kualifikasi raider. Maka Ryamizard mengutus KOPASSUS untk mendidik instruktur2 Raider yang berasal dari batalyon2 infanteri (non linud) serta DEPO DODIKLATPUR. untk mempelajari sama persis dengan pelajaran Raider dulu dengan modifikasi sesuai keperluan + operasi mobil udara. Lama pendidikan Raider baru ini bagi 10 batalyon pertama adalah 6 bulan. 20 yang terbaik setiap angkatan dididik lagi di pusdikpassus untuk mendalami ilmu anti teror. Pendidikan Raider berlangsung di DEPO PENDIDIKAN LATIHAN PERTEMPURAN di tiap KODAM dan PUSDIK INFANTERI CIPATAT. Pendidikan berakhir dengan pembaretan hijau tua (khas raider) wing MOBUD dan brevet raider. 

Ditulis dalam Militer | 2 Comments »

Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat (Kostrad)

Posted by suryasajalah pada Maret 13, 2009

KOSTRAD (Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat)

Logo KOSTRADKOSTRAD (Komando Strategi dan Cadangan TNI Angkatan Darat) adalah salah satu kesatuan andalan TNI dan merupakan bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. KOSTRAD memiliki pasukan berkisar antara 25.000 sampai 26.000 personil yang selalu siap untuk beroperasi atas perintah panglima TNI kapan saja.

Sejarah KOSTRAD

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) secara resmi terbentuk pada tanggal 6 Maret 1961. Tanggal pembentukan ini didasarkan pada tanggal disahkannya cikal bakal Kostrad, yakni Korps Tentara Ke I/Cadangan Umum Angkatan Darat (Korra-I/Caduad) melalui Surat Keputusan Men/Pangad No. Mk/Kpts.54/3/1961, tanggal 6 Maret 1961.

Ide pembentukan Korra-I/Caduad berasal dari Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, yang saat itu menjabat Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat). Pertimbangannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan adanya suatu kekuatan cadangan strategis yang bersifat mobil, siap tempur dan memiliki kemampuan lintas udara serta sanggup melakukan operasi secara sendiri-sendiri maupun dalam komando gabungan, yang setiap saat dapat dikerahkan ke seluruh penjuru tanah air untuk menghadapi segala macam tantangan, cobaan dan gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Cikal bakal Kostrad berasal ketika Indonesia pertama kali berurusan dengan isu kemerdekaan Irian Barat pada tahun 1960, pada tahun itu Kostrad harus melaksanakan operasi pembebasan Irian Barat (sekarang Irian Jaya), padahal kekuatannya saat itu baru mencapai 60% dari kekuatan yang ditentukan.

Sukses mengemban misi di Irian Barat, Kostrad kembali ditugaskan melaksanakan Operasi Dwikora menyusul konfrontasi dengan Malaysia pada 3 Mei 1964.

Untuk melaksanakan operasi tersebut Presiden RI waktu itu, Soekarno, memerintahkan Kostrad untuk membentuk Komando Mandala Siaga atau Kolaga yang merupakan komando gabungan. Kostrad mengerahkan dua komando tempur, yaitu Kopur I Rencong yang ditempatkan di Sumatra dan Kopur II ditempatkan di Kalimantan. Operasi Dwikora berakhir 11 Agustus 1961.

Panglima 1 KOSTRADMayor Jenderal Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden Indonesia) dipercaya sebagai orang pertama yang menjabat Panglima Kostrad (Pangkostrad).

Selama masa Orde Baru, Korps baret hijau ini tidak pernah absen dari berbagai operasi militer di Indonesia, seperti G-30-S/PKI, Operasi Trisula, PGRS (Sarawak People’s Guerrilla Force) di Sarawak, PARAKU (North Kalimantan People’s Force) di Kalimantan Utara dan Operasi Seroja di Timor Timur. Kostrad juga dilibatkan pada tingkat internasional dengan diberangkatkannya pasukan Garuda di Mesir ( 1973 – 1978 ) dan Vietnam ( 1973 – 1975 ) serta dalam operasi gabungan sebagai pasukan penjaga perdamaian dalam perang Iran-Irak antara 1989 dan 1990.

Tahun 1984 Pangkostrad bertanggung jawab langsung kepada Panglima ABRI dalam operasi-operasi pertahanan dan keamanan. Sekarang ini Kostrad memiliki kekuatan pasukan sekitar 35.000 sampai 40.000 tentara dengan dua divisi infantri yaitu Divisi Satu yang bermarkas di Cilodong, Jawa Barat dan Divisi Dua yang bermarkas di Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Setiap divisi memiliki brigade lintas udara dan brigade infantri.

Kekuatan Tempur Kostrad

Special Unit :
Peleton Intai Tempur / TONTAIPUR

Istilah dalam TNI:
- Brigif: Brigade Infanteri (Infantry Brigade)
- Yonif: Batalyon Infanteri (Infantry Batallion)
- Yonif Linud: Batalyon Infanteri Lintas Udara (Airborne Infantry Batallion)

Divisi Infantri (Cilodong, Bogor, Jawa Barat)
1. Brigif Linud 17/Kujang I (Cijantung, Jakarta Timur):

  • Yonif Linud 305/Tengkorak (Karawang)
  • Yonif Linud 328/Dirgahayu (Cilodong, Bogor)
  • Yonif Linud 330/Tri Dharma (Cicalengka, Bandung)

2. Brigif Linud 3/Tri Budi Mahasakti (Makasar, Sulawesi      Selatan) :

  • Yonif Linud 431/Satria Setia Perkasa (Kariango, Maros, Sulawesi Selatan)
  • Yonif Linud 432/Rajawali (Makassar, Sulawesi Selatan)
  • Yonif Linud 433/Julu Siri (Sulawesi Sulawesi Selatan)

3. Brigif 13/Galuh (Tasikmalaya, Jawa Barat):

  • Yonif 303/Setia Sampai Mati (Garut)
  • Yonif 321/Galuh Taruna (Majalengka)
  • Yonif 323/Buaya Putih (Ciamis)

Supports:

  • Yonkav 1/Tank – Badak Ceta Cakti (Cijantung, East Jakarta)
    - Scorpions Tanks and APC
  • Kompi Kavaleri Intai Divisi-1
  • Resimen Artileri Medan 2 (Sadang, Purwakarta):
    - Yon Armed 9/Pasopati (Sadang, Purwakarta)
    - Yon Armed 10/Brajamusti (Sukabumi)
    - Yon Armed 13/Nanggala (Bogor)
  • Yon Arhanud Ringan 1/Purwa Bajra Cakti (Serpong)
  • Yon Zipur 9/Para (Ujungberung, Bandung)
  • Yon Bekang (Cibinong, Bogor)

Divisi Infanti (Singosari, Malang, Jawa Timur)
1. Brigif Linud 18/Trisula (Malang, East Java):

  • Yonif Linud 501/Bajra Yudha (Madiun)
  • Yonif Linud 502/Ujwala Yudha (Malang)
  • Yonif Linud 503/Mayangkara (Mojokerto)

2. Brigif 6/Trisakti Baladaya (Solo, Central Java):

  • Yonif 411/Pandawa (Salatiga)
  • Yonif 412/Bharata Eka Sakti (Purworejo)
  • Yonif 413/Bromoro (Solo)

3. Brigif 9/Daraka Yudha (Jember, East Java):

  • Yonif 509/Darma Yudha (Jember)
  • Yonif 514/Sabbada Yudha (Situbondo)
  • Yonif 515/Utara Yudha (Tanggul)

Supports:

  • Yonkav 8/Tank – Narasinga Wiratama (Pasuruan):
    - Scorpion Tanks and APR
  • Kompi Kavaleri Intai Divisi-2
  • Resimen Artileri Medan 1 (Singosari, Malang):
    - Yon Armed 8 (Jember, East Java)
    - Yon Armed 11/Guntur Geni (Magelang, Central Java)
    - Yon Armed 12 (Ngawi, East Java)
  • Yon Arhanud Ringan 2/Amwanga Bhuana Wisesa (Malang)
  • Yon Zipur 10 (Pasuruan)
  • Yon Bekang (Malang), and others.

Sumber :
Sejarah TNI
wikipedia

Foto-foto KOSTRAD dalam latihan dan operasi militer

parade 1parade 2

Latihan 1parade 2

Latihan 2Latihan 3

Latihan 4Latihan 5

Latihan 6Latihan 7

Oprasi Aceh 1Bergabung dengan Pas. PBB

Latihan 8Latihan 9

Latihan 10Latihan 11

Latihan 13Latihan 13

IPTN NC-212-200M Aviocar De Havilland Canada DHC-2 Beaver Mk.1

IPTN NBO-105CB-4 Mi TNI-AD LATIHAN SERANGAN UDARA

PERSIAPAN LATIHAN Prajurit Yonif Linud 330 Latihan Menembak Curam

Sniper Prajurit Yonif Linud 330Prajurit Yonif Linud 330 Latihan Patroli Rawa LautPrajurit Yonif Linud 330 Latihan Patroli Rawa Laut

Prajurit Yonif Linud 330 In ActionPrajurit Yonif Linud 330 In ActionPrajurit Yonif Linud 330 In Action

Kasad saat memeriksa pasukan pada pengukuhan hari infanteri Hari Juang Kartika 2006

Hari Juang Kartika 2006 Hari Juang Kartika 2006

Ditulis dalam Militer | 12 Comments »

Presiden SBY Resmikan Universitas Pertahanan Indonesia

Posted by suryasajalah pada Maret 13, 2009

akarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, di Istana Negara Jakarta meresmikan Universitas Pertahanan Indonesia (UPI) yang diprakarsai Departemen Pertahanan RI.

Peresmian ditandai dengan penyerahan bendera UPI dari Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kepada Presiden, yang kemudian diikuti penyampaian kuliah perdana oleh Presiden.

Peresmian lembaga pendidikan setingkat pascasarjana itu dilanjutkan dengan seminar internasional bertajuk “Indonesia 2025: Geopolitical and Security Challenges” yang diselenggarakan di Kantor Dephan.

Dalam sambutannya Menhan mengatakan Indonesia sudah saatnya memiliki lembaga pendidikan pertahanan yang sesuai dengan tingkat kepentingan dan peran Indonesia di wilayah Asia Pasifik dan negara-negara G-20.

Presiden Resmikan Universitas Pertahanan IndonesiaUPI diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di bidang pertahanan yang sudah ada serta menjadi sumber penyiapan calon-calon pemimpin masa depan baik dari kalangan militer maupun sipil, khususnya yang akan menduduki sejumlah posisi penentu kebijakan strategis nasional di bidang pertahanan dan keamanan.

“Kita ingin agar lembaga ini ikut menyumbangkan pikiran tentang ke mana negara ini akan dibawa dalam konteks perubahan-perubahan nasional, regional, dan global,” kata Menhan.

Alumni UPI juga diharapkan dalam 10 – 15 tahun ke depan bakal menjadi calon-calon pemimpin bangsa yang mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih memiliki kepercayaan diri, kompetitif dan lebih beradab di mata negara-negara di dunia.

Presiden Resmikan Universitas Pertahanan IndonesiaUPI menyelenggarakan tiga program utama pascasarjana yang dioperasikan di bawah Sekolah Strategi Perang Semesta (SSPS), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) dan Sekolah Kajian Pertahanan dan Strategis (SKPS).

UPI berwenang untuk memberikan gelar “Master of Defense Studies” kepada lulusan dari salah satu program-program di atas.

Sejumlah menteri dan duta besar beberapa negara sahabat hadir dalam acara itu.(Sumber : Antara)

Ditulis dalam Umum | 1 Comment »

Kopassus

Posted by suryasajalah pada Maret 13, 2009

Terlepas dari Pro dan Kontranya keberadaan Kopassus baik pada Orde Baru dan sekarang Orde Reformasi, yang jelas Semangat, Mental, Cara Bersikap Pasukan ini perlu kita cermati, hanya sebatas itu.

Dibawah ini saya mencoba untuk sedikit menyampaikan beberapa hal mengenai tentara kebanggaan TNI AD / TNI yang bernama Kopassus. Saya berusaha menjauhi informasi formal yang sudah sering kita baca di koran-koran, apa yang ada ini lebih berupa “inside Kopassus”. Kopassus adalah pasukan utama Negara dalam menghadapi musuh dari luar.

Motto : BERANI — BENAR — BERHASIL

 

Kilasan Sejarah

Kopassus dibentuk oleh Kolonel AE Kawilarang yang waktu menjabat sebagai Panglima TT III / Tentara Teritorium Siliwangi. Ia memanggil seorang bekas tentara KNIL yang memilih menjadi WNI, ketika terjadi perang DI /TII, namanya Mayor Mohammad Idjon Jambi (orang Belanda, Nama aslinya RB Visser).

Kopassus diresmikan oleh AH Nasution pada waktu itu dan hanya 6 bulan berada dibawah TT III Siliwangi sebelum akhirnya dimabil alih oleh AD.

Baretnya pun berwarna merah, karena memang mengambil alih konsep pasukan belanda “red barets”.

Mengenai warna baret ini perlu kita ketahui bersama bahwa seluruh pasukan khusus di dunia menggunakan warna hijau, sedangkan pasukan “airborne /lintas udara” nya berwarna merah. Tapi di Indonesia terbalik, justru pasukan khususnya yang menggunakan baret warna merah.

 

Struktur Organisasi

Saat ini Kopassus terdiri dari 5 Group (istilah group hanya dipakai oleh Special Forces dibeberapa negara didunia, sedangkan tentara pada umumnya menggunakan istilah Batalyon, Detasemen, Brigade dan Divisi). Setiap Group dipimpin oleh seorang Pamen berpangkat Kolonel. Dari prajurit sampai dengan Kolonel adalah tentara yang profesional dan terlatih terus baik secara fisik maupun mental. Jadi jangan dibayangkan bahwa semakin tinggi pangkat atau tua usia seorang prajurit Kopassus itu akan jadi lamban seperti tentara pada umumnya. Sangat sulit menemukan anggota TNI yang pensiun di Kopassus, karena begitu fisiknya tidak memadai, Ia akan langsung mutasi ke Satuan lainnya.

Group ini baru dimekarkan oleh Letjen Prabowo beberapa tahun lalu, sehubungan dengan AGHT (Ancaman, Gangguan, Hamabatan dan tantangan) yang ada didepan kita di masa mendatang.

Diperkirakan tidak akan ada perang dalam skala besar tapi justru skala kecil intensitas tinggi (terorisme, penculikan dll) Sebagai mana layaknya Pasukan Khusus didunia, maka Kopassus dibentuk untuk menghadapi Perang dalam skala kecil tapi berintensitas tinggi, seperti terorisme. Group 3 berlokasi di Batujajar, Jabar (dekat Cimahi) dan merupakan Pusdikpassus (pusat Pendidikan Kopassus). Tempat latihannya berada disekitar Bandung sampai dengan Cilacap.

 

Group 1 – 3 bekualifikasi PARA KOMANDO (semua anggotanya harus mengikuti latihan terjun payung dasar / tempur ).

 

Group 4 disebut Sandi Yudha dan berlokasi di Cijantung Jakarta, merupakan orang pilihan dari 3 group pertama yang dilatih kembali menjadi berkwalifikasi Intelejen Tempur, dengan tugas menghancurkan lawan digaris belakang pertahanan lawan (penyusupan). Mereka adalah tentara profesional yang dalam pergerakannya dalam bentuk Unit (istilah dalam Special Forces, dalam tentara biasa disebut Regu, Peleton atau Kompi) berjumlah sekitar 5 orang.

 

Dalam masa damai seperti saat ini, mereka mendapat tugas IntelejenTeritorial, misalnya mengetahui karakteristik demografi suatu daerah, pendukung dana yang bisa dimanfaatkan, tokoh-tokoh masyarakat, preman-preman dll.

(Sebagai informasi saja, bahwa sejak bulan Juni 1997, Kopassus mengirimkan team kecilnya keseluruh kota-kota besar di Indonesia dengan tugas RAHASIA, karena ABRI yang lainpun tidak mengetahui dengan pasti apa tugas mereka. Di beberapa lokasi / Kodam, tentara lokalnya bahkan tersinggung karena seolah-olah dianggap tidak mampu me manage daerahnya. Mereka ditarik kembali ke Jakarta pada bulan Januari 1998)

Kehebatan lain Group ini adalah pola perilaku dan penampilannya yang sama sekali tidak mirip tentara. Misalnya cara bicara tidak patah-patah, rambut panjang, tidak pernah menghormat atasan atau yang pangkatnya lebih tinggi bila bertemu di luar Ksatrian mereka. Jadi sangat jauh dengan Serse Polisi atau Intel Kodim dll. yang kadangkala justru menunjukkan kalau dirinya Intel Mereka tidak ngantor setiap hari dan sangat jarang pakai seragam, hanya pada saat tertentu saja mereka kembali ke kantor (misalnya 2 minggu sekali untuk laporan atau mendapat tugas baru). Jadi pada prinsipnya mereka sangat aktif berkecimpung dalam kehidupan masyarakat biasa misalnya di RT / RW, Perkumpulan Terjun Payung, Jeep Club dll. (terutama bagi mereka yang tidak tinggal di Ksatrian).

Group ini sangat profesional dalam penyamarannya dan juga sudah mendapatkan pendidikan Perang Kota dari Green Berets US Army. Di Timor Timur, Aceh dan Irian (3 hot spot di Indonesia yang sering digunakan sebagai ajang latihan juga) mereka menyusup sampai ke kampung -kampung dan membentuk basis perlawanan terhadap GPK dari masyarakat lokal sendiri. Oleh karenanya kemampuan menggalang massa nya sangat terlatih.

 

Group 5 (atau yang dikenal sebagai Den 81, karena keberhasilannya dalam peristiwa pembajakan pesawat di Don Muang, Muangthai tahun 1981) adalah orang pilihan dari Group 4 dan merupakan yang terbaik yang dimiliki Kopassus.

Mereka memiliki Ksatrian tersendiri di Cijantung dan terisolir. Klasifikasinya adalah ANTI TERORIS dan akan selalu mengikuti perjalanan kenegaraan Presiden. Pengetahuan orang bahkan TNI sendiri tentang Group ini sangat minim, karena mereka sangat terisolir dan rahasia. Sebuah sumber mengatakan bahwa mereka mengikuti pola GSG 9 Jerman (Pasukan elite polisi Jerman, yang berhasil dalam pembebasan sandera di Kedutaan besar Jerman di Iran). Mengingat Prabowo adalah satu-satunya Perwira Indonesia yang pernah lulus dalam pendidikan anti teroris di GSG 9.

 

Namun demikian saat ini mereka sudah mulai mencampurkan pola latihannya sehubungan dengan banyaknya perwira yang dilatih oleh Green Berets US Army (misalnya Mayjen Sjafrie Sjamsuddin). Peralatan yang mereka miliki sangat canggih dan tidak ada bedanya dengan Satuan elite tentara lainnya di dunia. LATIHAN Jadi pendidikan awal seorang Kopassus adalah mengambil kualifikasi KOMANDO yang harus dijalani sekitar 6 bulan.

Materi latihan meliputi Perang Hutan, Buru Senyap, Survival (dilakukan di daerah Situ Lembang dilanjutkan dengan long march ke Cilacap untuk latihan rawa laut, survival laut, pendaratan pantai dll. Selain itu juga mereka harus mengambil pendidikan PARA DASAR Tempur dengan materi yang meliputi terjun malam, terjun tempur bersenjata dan diterjunkan di hutan (membawa senjata, ransel, payung utama dan payung cadangan).

Dalam semua latihannya mereka akan menggunakan peluru tajam, oleh karenanya tidaklah heran bila hampir dalam setiap latihan selalu ada siswa yang meninggal dunia karena berbagai sebab (kelelahan, kecelakaan dll).

Standard yang dipakai di Kopassus sangat amat ketat, bagi yang fisiknya kurang mampu atau mentalnya lemah, jangan harap bisa bertahan didalam latihan ini, atau di Satuan ini. Kesalahan sekecil appaun tidak akan ditolerir, karena memang tugas mereka sangat berbahaya. Setiap anggota Kopassus harus memiliki keahlian khusus seperti menjadi penerjun payung handal (Combat Free Fall), penyelam, penembak mahir (snipper), Daki Serbu, Komputer / perang elektrokika,perang psikologi, menguasai sedikitnya 2 bahasa daerah bagi para tamtama dan bintara dan bahasa asing untuk para perwiranya.

Mereka diseleksi secara ketat, baik oleh Team Kes AD (Kesehatan), PSI AD (Dinas Psikologi AD ) dan Team Jas AD (Jasmani / Kesemaptaan). Proses seleksi ini pada dasarnya berjalan terus menerus sampai dengan selesainya latihan, seorang Pasis (Perwira Siswa) yang melakukan kesalahan pada hari terakhir latihan, akan langsung dipecat, artinya tidak ada kompromi. Oleh karenanyalah, LOYALITAS terhadap perintah atasan sangat penting dalam organisasi ini.

PERLENGKAPAN Kopassus meruapakan tentara pilihan dan mereka tidak mentolerir kesalahan dalam operasi sekecil apapun (Safety First), oleh karenanya perlengkapan yang mereka pakai sangat jauh berbeda dengan Tentara lainnya. Perlengakapan mereka sangat canggih dan modern, misalnya saja untuk peta Kompas, sudah tidak menggunakan lagi Kompas Prisma, tapi GPS (Global Positioning System) yang langsung berhubungan dengan Satelit, dengan hanya menekan satu tombol digital, mereka akan mengetahui dengan tepat posisinya , jarak yang akan ditempuh bila akan menuju ke koordinat tertentu.

Group antiterornya menggunakan senapan H&K MP5 , yang merupakan standar pasukan khusus terbaik didunia seperti Green Berets, Delta Force, Navy Seal, GSG 9 Jerman, SAS dll. Pistol yang dipakai Beretta 9 mm., selain itu juga berbagai macam kaliber lainnya seperti kal.22 (pistol kecil). Apabila peralatan yang mereka pakai sudah saatnya diganti (menurut manual) maka akan segera diganti. Hal ini sangat jauh berbeda dengan tentara lainnya yang cenderung konvensional dan melakukan tambal sulam terhadap peralatannya.

Mereka punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melalukan HALO dan HAHO (High Altitude Low Opening) dan (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen dll. Penerjunan ini dilakukan setinggi mungkin, sekitar 10.000 feet dan kemudian dia akan melayang dan membuka payungnya serendah mungkin guna menghindari radar lawan (agar tetap tampak seperti burung yang melayang diudara diradar lawan).

Peralatan pendaratan pantai (memiliki LCR / Landing Craft Rubber / Perahu karet dengan mesin tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan dimalam hari), menyelam (dilatih seperti UDT US Navy, Underwater Demolition Team), team Daki Serbu ( yang baru saja menaklukkan Himalaya dan dikenal diluar sebagai PPGAD / Persatuan Pendaki Gunung TNI AD).

Kehebatan Kopassus adalah mereka tidak segan-segan untuk meminta bantuan pihak lain yang dianggap ekspert dibidangnya seperti PADI untuk menyelam, AVES untuk terjun payung, Wanadri untuk naik gunung dll. Yang dalam perjalannanya kemudian akan mereka modifikasi sendiri untuk keperluan tempur dan malahan menjadi lebih hebat.

Sebagai sebuah Satuan mereka memiliki Dinas Hub (Perhubungan) sendiri yang sangat canggih dan memiliki sistem perhubungan portable yang mandiri dan Satelite mobile phonet, Kes (Kesehatan) sendiri, Pal (Peralatan) sendiri dengan persenjataan yang canggih, Bek (Perbekalan) sendiri, Ang (Angkutan) sendiri, dengan mobil-mobil Hummer, m obil dipantai dll. Bahkan mereka merencanakan untuk membeli helikopter sendiri dari Rusia (namun gagal karena Krismon). Jadi pada prinsipnya mereka sangat mandiri, termasuk memiliki sejumlah panser.

 

Kesimpulan & Keunggulan

1. 1 orang Kopassus dapat disetarakan dengan minimal 3 orang tentara biasa, karena ybs dilatih dengan berbagai ketrampilan (komunikasi radio, menembak, P3K dll). Di tentara biasa hal ini tidak dijumpai. Terutama untuk Den 81, kemampuan 1 prajurit Kopassus Den 81 sama dengan 6 orang tentara biasa.

2. Kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas

3. Biaya pelatihan bagi seorang Kopasssus sangatlah mahal

4. Peralatan yang canggih dan tepat guna

5. Secara umum kesejahteraan anggota Kopassus lebih baik dibandingkan tentara pada umumnya, terutama ketika dibawah Prabowo, karena ia sangat memperhatikan hal ini. (misalnya bila ada lelangan mobil di Bimantara dll. maka mobil bekas tersebut akan segera di beli oleh Kopassus untuk dijual murah kepada anggotanya / perwira)

6. Sangat jarang bagi mereka tinggal dirumah, selalu latihan dan operasi

 7. Mereka adalah tentara profesional yang tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan dalam membela negaranya dari bahaya

 8. Sangat amat jarang ditemukan anggota Kopassus yang bekerja menjadi SATPAM di industri-industri, sebagaimana sering ditemui terjadi pada tentara lainnya. Karena relatif taraf ekonomi mereka lebih terjamin sehubungan dengan adanya YAYASAN KOBAME (Korps Baret Merah)

 9. Cara-cara mereka beroperasi sangat profesional (dalam pengertian tentara misalnya tehnik membunuh, kontra intelejen, agitasi, propaganda, perang psikologi, penggalangan massa, menguasai berbagai macam type senjata). Saya tidak mengartikannya dalam konteks HAM dan hukum positif.

 

Info Tambahan:

 Sebenarnya Indonesia juga mempunyai pasukan khusus lainnya milik TNI AL, namanya DEN JAKA (Detasemen Jala Mengkara) yang bermarkas di Jakarta dan dipimpin oleh seorang mayor (dikenal dekat dengan Prabowo).
Pasukan ini memiliki kemampuan UDT (Under Water Demolition Team) dan dilatih secara intensif oleh US Navy Seal. Mereka aktif terlibat dalam menangkal masuknya kapal Louisiana Expresso beberapa tahun yang lalu di perairan Timtim. Detasemen ini juga mengadopsi SBS , team pendarat pantai yang handal dari US Navy dan AL Inggris. Mereka biasa melakukan penerjunan malam hari di rig-rig minyak lepas pantai, dengan menggunakan skenario terorisme. Jadi sabotase dibawah laut , penghancuran dan penyerangan dari laut merupakan keunggulan Satuan ini. Perlu diketahui bahwa selain tingkat fisik dan mental yang kuat, intelegensi para perwiranya juga sangat dominan.

Ditulis dalam Militer | 6 Comments »

Tips Mengikuti Tes Akademi Militer

Posted by suryasajalah pada Maret 13, 2009

Sebaiknya persiapan dilakukan selama 1 tahun, pada saat masuk kelas tiga SMA, minimal 6 bulan.

Karena itu lebih baik saya sebutkan kriteria kualitas kesehatan, kemampuan fisik dan mental yang harus dimiliki/dicapai pada saat menghadapi tes nanti :

1. Kualitas kesehatan:

  • Lakukan segera general check up dirumah sakit militer terdekat yang membuka poliklinik untuk umum, untuk mengetahui antara lain: Tekanan darah ( ideal 120/80); Detik jantung ( ideal 60-90 permenit); HB darah ( ideal 14-16/gr); Gula darah normal; Kolesterol normal;hasil rontgen paru paru baik/normal; gigi sehat/tidak ada bolong; tidak menderita ambeien/wasir; tidak menderita varikokel; tidak menderita pembengkakan di pembuluh darah balik dibetis kaki;jantung sehat; mata normal;tidak buta warna dll.
  • Lakukan penyembuhan atau perbaikan bila ada yang belum ideal oleh dokter militer.
  • Untuk penderita varises, dapat disuntik agar varises tersebut hilang max 2 minggu sebelum tes kesehatan.

2. Kemampuan fisik/kesamaptaan/fitness harus diatas rata rata kemampuan calon lain:

  • Lari 12 menit harus mampu  menempuh jarak minimal 2470 m atau 8 kali keliling lapangan sepakbola (400 m).
  • Push up harus mampu 30 kali repetisi/lebih
  • Sit up harus mampu  30 kali repetisi/lebih
  • Pull up harus mampu minimal 13 kali/lebih
  • Shuttle run 6×10 m dalam waktu 15 detik

3. Kondisi kejiwaan untuk menghadapi psikotest

  • Perkokoh niat ingin menjadi prajiurit pejuang yang profesional, yang bersedia mengorbankan jiwa dan raga untuk kepentingan bangsa dan negara..tanamkan terus menerus dalam hati bahwa anda siap mati untuk kepentingan bangsa..bahwa setelah cinta Allah, cinta anda yang kedua adalah bukan pacar, bukan orang tua, bukan siapapun, tapi kejayaan bangsa dan negara…tanamkan ini terus menerus sampai betul betul merasuk dalam hati sanubari dan alam bawah sadar anda…
  • Lepaskan berbagai masalah dan kepentingan pribadi yang selalu membelenggu anda selama ini, masalah dengan pacar, dengan teman, dengan orang tua atau dengan siapapun, harus dilupakan dulu…biarkan jiwa anda lepas bebas memenuhi impian dan jati diri anda yang sejati…yang ingin mengabdi kepada Allah SWT melalui kehidupan militer..
  • Baca sejarah perjuangan para pahlawan seperti Jendral Sudirman dll, agar merasuk kedalam kalbu semangat perjuangan mereka…
  • Lakukan latihan gambar pohon, gambar orang dan gabungannya, orang, pohon dan rumah  yang harmonis dan APABILA MENGGAMBAR, GARIS YANG ANDA BUAT JANGAN SAMPAI TERPUTUS-PUTUS.
  • Latihan mengerjakan soal-soal psikotes untuk tentara dan terutama latihan mengerjakan HITUNGAN KORAN.
  • Sebelum anda melakukan psikotes, usahakan kondisi fisik maupun mental anda berada dalam kondisi terbaik, jangan terlalu lelah dan tegang.
  • Pelajari dan sugestikan prinsip “Do the best, God takes the rest..”
4. Untuk tes wawancara, sedapat mungkin calon taruna mengetahui tentang TNI khususnya Angkatan Darat (termasuk sejarah, doktrin AD dan ideologi AD) dan mengikuti perkembangan-perkembangan berita terkini.

5.  Last but not least, kemungkinan peluang lulus ujian/saringan hanyalah 1% saja, artinya anda harus menyingkirkan 100 orang pelamar lainnya, artinya anda harus memiliki keunggulan kompetitive yang sangat tinggi, bukan asal pas pasan saja.

Selanjutnya anda jangan terpengaruh oleh budaya KKN yang mungkin ditawarkan kepada anda atau mendengar dari orang lain, lalu anda goyah dan tidak fokus…

Abaikan kelakuan buruk mereka, jangan terpengarug dan ikut ikutan…siapapun yang berbuat jahat/licik/suap/KKN dll, pasti akan mendapat hukuman yang setimpal oleh Tuhan dibelakang hari…saya tahu pasti semua kejadiannya…ada yang celaka saat latihan, ada yang ditembak anak buahnya pada saat tugas tempur, ada yang dipecat dari militer dll…

Yakinlah peribahasa: “Tangan mencencang bahu memikul.”..”Siapa menebar angin akan menuai badai.”..Semua akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan…Sayang sekali kalau anda sudah susah payah melakukan persiapan, lalu ikut ikutan KKN, nanti dikemudian hari setelah bertugas sebagai perwira, anda dimintai pertanggungan jawab oleh Tuhan…Makanya banyak perwira TNI dan keluarganya yang terlibat berbagai aib yang memalukan dikemudian hari, inilah balasan Tuhan….

Ditulis dalam Militer | 138 Comments »

Akademi Angkatan Laut

Posted by suryasajalah pada Maret 13, 2009

TNI Angkatan Laut memberi kesempatan kepada para pemuda yang berwawasan matra laut untuk dididik menjadi calon Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Tahun 2009. Pendaftaran dibuka mulai 23 Maret hingga 24 April 2009, dan sewaktu-waktu akan ditutup apabila pendaftaran sudah memenuhi rasio penerimaan.
 
Persyaratan umum bagi calon Kadet, yaitu Warga Negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Disamping itu, harus memiliki sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik dan tidak kehilangan hak menjadi prajurit TNI/TNI AL. Harus ada persetujuan orang tua/ wali bagi yang belum berusia 21 tahun, ada persetujuan dari kepala instansi pemerintah/ swasta bagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap, dan pendaftar telah bertempat tinggal sekurang-kurangnya satu tahun pada saat mendaftar. 

 

Sedangkan persyaratan lain yang harus dipenuhi, yaitu serendah-rendahnya berijazah/ lulus SMA/MAN jurusan IPA dengan rata-rata nilai UAN tidak kurang dari 6,50 atau siswa kelas III dengan nilai raport semester 4 rata-rata 7,00 dan menyerahkan surat keterangan dari sekolah bahwa siswa yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta ujian Akhir Tahun 2009. Usia minimum 18 tahun dan maksimum 22 tahun terhitung dari pembukaan Diksarjurit (Pendidikan Dasar Keprajuritan) tanggal 3 Agustus 2009. Tinggi badan minimum 163 cm dengan berat badan seimbang, serta bersedia menjalani IDP (Ikatan Dinas Pendek) selama 10 tahun.  

Bagi para pemuda yang berminat, bisa mendatangi dan mendaftar di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu di Lantamal I Belawan, Lantamal II Padang, Lantamal IV Tanjung Pinang, Lantamal V Surabaya, Lantamal VI Makasar, Lantamal VII Kupang, Lantamal VIII Manado, Lantamal IX Ambon dan Lantamal X Jayapura. Lapetal Jakarta dan Malang, Lanal Cirebon, Lanal Jogya, Lanal Semarang dan di SMA TN (Taruna Nusantara) Magelang. 

Ditulis dalam Militer | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.