“cerita negara kita”

Just another WordPress.com weblog

Kopaska

Posted by suryasajalah pada Maret 14, 2009

Kalau ditilik dari sejarah KOPASKA ( Buku Sejarah KOPASKA yang sempat diterbitkan Gramedia ) Metode pendidikan komando Kopaska adalah adopsi dari materi kurikulum pendidikan komando Kopassus dan sejak itulah embel2 nama “Komando” melekat resmi pada KOPASKA pada tahun 1962. hal ini terjadi setelah pelatih KOPASKA merasa “terbantu” dengan kualifikasi KOMANDO yang telah dimiliki anggota RPKAD calon anggota Kopaska angkatan III. Sehingga tidak usah melatih di bidang materi tempur darat dan terjun payung, sebab RPKAD adalah “guru” dari semua itu di kalangan TNI.

Harap diingat bahwa anggota KOPASKA angkatan III adalah anggota RPKAD. Adanya pelatihan lintas angkatan ini karena TNI AL tidak dapat memenuhi pasukan dengan kuota standar plus berkualifikasi yang cukup untuk menjadi pasukan katak. Kenapa RPKAD yang dipilih menjadi anggota Kopaska? bukan KKO? Anggota Kopaska angkatan selanjutnya diharuskan menempuh pendidikan baret merah dulu sebelum menempuh kecabangan ke-paska-an. Ini terjadi sampai tahun setelah Komandan RPKAD Sarwo Edhie diganti. Namun sebelum itu Kursus Pelatih Komando KOPASKA telah selesai dilaksanakan oleh Pusdik RPKAD.

Ya Bisa jadi para petinggi AL punya alasan resmi or not yang waktu itu bisa saja menyulut “pertikaian” intern dalam TNI AL sendiri kalau diungkapkan secara gamblang. Terutama oleh 3 orang yang disekolahkan UDT oleh TNI AL di Amrik.

Extern :

1. History : Di AL manapun seluruh dunia tidak pernah ada anggota Marinir yang kemudian beralih menjadi satuan pasukan katak karier. Karena walaupun sama2 bersifat amfibi, Doktrinasi dan pembentukan prajurit kedua satuan in sangat berbeda dikarenakan TUPOKSI yang berbeda pula. Walaupun dalam kenyataannya kemampuan dan kualifikasi keahlian yang dimiliki satuan ini adalah nyaris sama. Cuma pengaplikasiannya yang beda di lapangan. SBS di Inggris bukanlah satuan resmi pasukan katak AL Inggris melainkan setingkat detasemen intai amfibi marinir Inggris yang juga mengemban tugas ke-paskaan.
2. Satuan “sejenis” KOPASKA dalam sejarah malah dilahirkan dalam tubuh matra darat. Fenomena ini ditemukan di Inggris pada SAS yang melahirkan SBS yang akhirnya diambil alih satuan Marinir.

Intern :

1. Bisa jadi materi pendidikan kecabangan KKO (plus “Dikko” nya) tidak cocok/tidak sesuai/kurang mengena pada apa yang diharapkan pada seorang prajurit Kopaska. Karena setau saya sampai detik ini Kopaska tetap menerapkan materi komando yang diadopsi dari Pusdik Passus.
2. Kalau pendidikan bergabung bersama Marinir maka nama KOPASKA sendiri akan tenggelam bahkan akan menimbulkan ekses dan kerancuan oleh masyarakat bahwa KOPASKA bernaung di bawah Korps Marinir. Kekhawatiran ini kemudian terjadi pada tubuh DENJAKA yang bernaung dibawah KORMAR padahal anggotanya adalah gabungan Taifib dan KOPASKA.

Tapi lucunya lulusan angkatan I Sepaskal dilantik oleh Komandan Marinir. Aneh….

Nah kalau ditelusuri dari semua itu semestinya dari dulu KOPASKA seharusnya memang terlahir sebagai pasukan KOMANDO khas laut. Dan mempunyai satu komando terpisah dengan Komando Armada. Kopaska harus memiliki 1 Komandan Satuan yang berpangkat bintang 1 (Laksamana Pertama ) yang membawahi satpaska Armatim dan Armabar, Sepaska AL. Untuk menyandang gelar dan status sebagai pasukan komando tak harus mempunyai komandan jenderal alias berpangkat 2 bintang. Seperti halnya Paskhas AU.

Maka dengan sistem pelatihan, Organisasi yang bersifat BS, dan History ini Kopaska sebenarnya bisa diajukan dan layak sebagai pasukan komando TNI AL.

KOPASKA dibentuk karena kepentingan tim UDT dari angkatan laut kita sewaktu pemberantasan Permesta, sewaktu masuk Teluk Bayur, KRI kita dihadang oleh perahu2 kecil dan beberapa ranjau buatan, pada saat itu perlu seorang penyelam yg mengetahui pengetahuan Handak, dalam artian bukan penyelam biasa/diver/salvage diver (pada saat itu diver banyak di satuan kapal ranjau), yang diperlukan adalah Underwater Demolition Team. Maka Bpk OP Kusno melihat di US, adakah pendidikan UDT tersebut, setelah kembali beliau beserta 1 perwira dan 1 anggota mengikuti Naval Diving School dilanjutkan BUDs. Setelah kembali beliau merekut anggota TNI AL untuk sekolah pertama dan dinamakan Tim Instruktur. Setelah kembali dan adanya kebutuhan operasi TRIKORA maka atas perintah MENPANGAL dan koordinasi dgn MENPANGAD, Tim Instruktur melatih anggota RPKAD (dimana sebelumnya tim ini sekolah terjun di Batujajar dan Diko di Pusdikpassus)

Hasilnya pelatih dan murid operasi bersama ke Irian Barat dengan sasaran:
1. Instalasi radar di Biak
2. Penculikan Laksamana Reeser
3. Human Torpedo (Laksamana Urip – Operasi Y – gunakan kursi lontar Mig 17)

Nah para hadirin setelah operasi Trikora maka TNI AL mulai membentuk SEKOLAH PASUKAN KATAK TNI AL / SEPASKAL yg merekut anggota dari TNI AL.

Tapi sampai saat ini kita menerima siswa dari KOPASUS SAT 81 GULTOR.

6 Tanggapan to “Kopaska”

  1. Thomy Setiawan berkata

    Hhmmm…, rupanya penulis adalah penganut “mazhab” bahwa semua pasukan dengan kualifikasi KOMANDO di Indonesia bermara dan berguru pada Kopassus. Boleh dibilang saya warga sipil, tapi keluarga besar saya sangat banyak yang pernah dan masih dinas di MARINIR.

    Sesunggunnya pengkotakan KOPASSUS adalah guru, lainnya (mungkin termasuk MARINIR) adalah “follower” sama sekali gak perlu.

    Coba dilihat sejarah berdirinya RPKAD, dulu referensinya diambila dari mana? Salah satu referensi RPKAD dulu adalah MARINIR Belanda (SBS – Special Boat Service).

    Artinya, toh KOPASSUS ambil ilmu dari MARINIR juga..???

    Penulis juga boleh tanya ke sumbernya, gimana “kedodorannya” KOPASKA kalau ada penugasan yang sifatnya operasi Infantri. Lalu penulis joga boleh coba cari-cari informasi, kenapa Brevet PASKA-nya Kopassus kenapa diambil di Pusdik KOPASKA, bukan di Pusdik MARNIR.

    Key wordnya gini: sama gak sih kurikulum dan standar kelulusannya? Coba anda cari tahu sendiri, suaya jangan dianggap saya membuat komentar sepihak…

    • puma irawan berkata

      tambahan juga :

      setiap kesatuan mempunyai keahlian masing2 dan mempunyai kelamahan baik marinir,kopassus dan kopaska

      dan kalau diliat sejarah semua mempunyai sejarah yang baik bagi perkembangan negara ini.

      jadi tidak ada yang lebih hebat tapi yang penting bagi mana dicintai dan mempunyai arti bagi rakyat.

      karena dengan uang rakyat semua bisa di penuhi.

      tks

    • twishan berkata

      To ; Thomy … Anda terlihat subjektif & tendensius …. To : Adityus … Salut 2 jempol untuk Anda, ulasan Anda sederhana, lugas & rendaha hati dengan kedalaman wawasan Anda tentang militer Indonesia … Salut Bang ….

  2. adityus berkata

    Semua satuan mempunyai kemampuan khusus masing-masing. Bung Tommy mengatakan kopaska ‘kedodoran’ dalam tugas infanteri, saya rasa anda salah persepsi mengenai tugas kopaska, Kopaska tidak pernah diberikan tugas operasi infanteri karena itu tugas satuan infanteri reguler,bukan tugas kopaska.Kopaska bergerak dalam unit kecil dan sebisa mungkin menghindari kontak yang tidak perlu karena dapat menggagalkan tugas.Kopaska membuka kontak tembak jika sudah pada target yang di tentukan.Banyak keberhasilan misi-misi kopaska yang tidak di ekspos oleh ABRI/TNI seperti operasi komodo beberapa bulan sebelum operasi flamboyan di Tim-tim untuk penggalangan dan survei daerah operasi,operasi di perbatasan utara dan timur Indonesia untuk menggagalkan arus masuk senjata,dll.
    Personil Kopaska baru boleh di terjunkan di medan operasi jika sudah berdinas minimal 2 tahun di Kopaska setelah menjalani latihan dan rotasi di tiap-tiap detasemen Kopaska.

    Kopaska adalah Satuan Komando Khusus lintas medan tetapi lebih sering di berikan tugas operasi senyap di medan laut dalam dan pesisir hingga hutan dan urban.

    Taifib sejatinya adalah satuan pandu tempur darat pasukan infanteri marinir setelah daerah operasi di survei oleh kopaska,salain itu mereka dapat diberikan tugas lain.

    Kopassus adalah satuan pandu tempur bagi pasukan payung TNI sama seperti Paskhas selain “tugas khusus” yang di berikan pada mereka.

    Denjaka adalah gabungan Kopaska dan Taifib,Personil Kopaska yang ada di Denjaka karena mereka mendapat surat perintah untuk bergabung di Denjaka.
    Denjaka tetap membutuhkan Kopaska karena Kopaska mempunyai keahlian ilmu khusus yang tidak di miliki Taifib.

    Sebagian petinggi militer mengatakan Kopaska adalah Satuan Pandu Tempur bagi Pasukan Khusus di Indonesia.

    Tetapi Kopaska tetap dan akan selalu Low Profile.

    Anda dapat menelitinya dari berbagai sumber dan referensi
    yang terbatas.

  3. saban pamuji berkata

    mantap

  4. Hariyadi berkata

    Saya ingin tahu: kenapa meskipun memiliki Korps Marinir, TNI AL mengembangkan pasukan khusus/komando tersendiri di luar marinir? Kalau US Navy mengembangkan SEAL, sangat wajar karena US Marine Corps adalah angkatan tersendiri, bukan bagian dari Navy. Setahu saya, di negara-negara lain yang marinir-nya dibawah Angkatan Laut, tugas-tugas komando yang melaksanakan ya marinir, bukan satuan lain. Mereka memang memiliki UDT sendiri yang tidak menjadi bagian dari marinir, tetapi tugas-tugas mereka ya sebatas demolisi bawah air dan pembersihan ranjau. Tugas-tugas lain yang sebenarnya UDT terkait seperti sabotase (dan kontra sabotase) kapal atau pangkalan tetap dilaksanakan oleh marinir, bukan UDT. US Navy juga memiliki UDT yang bukan dari SEAL (yang awalnya UDT juga) tetapi tugas-tugas mereka ya tetap sebatas UDT bukan macam-macam. Jadi kenapa Kopaska dikembangkan menjadi pasukan komando dari sekedar UDT? Kenapa tugas-tugas komando apapun jenisnya, asal masih termasuk matra laut, diserahkan saja semua ke Korps Marinir? Kalau Kopaska tetap dipertahankan, biar tidak ada friksi dan persaingan dengan Korps Marinir yang juga bagian dari TNI AL, bagaimana kalau Marinir jadi angkatan tersendiri, biar kayak Amerika?
    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: