“cerita negara kita”

Just another WordPress.com weblog

Paskhas

Posted by suryasajalah pada Maret 28, 2009

Korps Pasukan Khas (PASKHAS)

Logo PaskhasKorps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau atau Paskhas atau sebutan lainnya adalah Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Sama seperti satuan lainnya di TNI-AD dan TNI-AL, Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Hanya saja dalam operasi, tugas dan tanggungjawab, Paskhas lebih ditujukan untukmerebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan satu ini disebut Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).

Motto Paskhas:
Karmaye Vadikaraste Mafalesu Kadacana
artinya :
bekerja tanpa menghitung untung dan rugi

Sejarah
Penerjunan pasukan pertama kali

Personil Paskhas 1Gubernur Kalimantan Ir. Pangeran Muhammad Noor mengajukan permintaan kepada AURI agar mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk tugas : membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat di kalimantan, membuka stasiun radio induk untuk memungkinkan hubungan antara Yogyakarta dan Kalimantan, dan mengusahakan serta menyempurnakan daerah penerjunan (Dropping Zone) untuk penerjunan selanjutnya.

Tanggal 17 Oktober 1947, tiga belas orang anggota diterjunkan di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka adalah : Harry Aryadi Sumantri, Iskandar, Sersan Mayor Kosasih, F.M.Suyoto, Bahrie, J.Bitak, C.Williem, Imanuel, Mika Amirudidn, Ali Akbar, M. Dahlan, J.H.Darius dan Marawi. Kesemuanya belum pernah mendapat pendidikan secara sempurna kecuali mendapatkan pelajaran teori dan latihan di darat (Ground Training). Pasukan ini dipimpin oleh Tjilik Riwut, seorang Mayor Angkatan Darat, yang berasal dari suku Dayak kelahiran Kasongan Katingan ( Kalteng saat ini). Dia diminta oleh AURI untuk memandu sekaligus memimpin pasukan tersebut. Atas jasa-jasanya Tjilik Riwut diangkat menjadi anggota AURI dan pensiun dengan pangkat Komodor Udara.

Peristiwa Penerjunan yang dilakukan oleh ke tiga belas prajurit AURI tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan tempur pasukan khas TNI Angkatan Udara. Dan sesuai keputusan MEN/PANGAU No.54 Tahun 1967, tanggal 12 Oktober 1967. Bahwa tanggal 17 Oktober 1947 ditetapkan sebagai hari jadiKomando Pasukan Gerak Cepat (KOPASGAT) yang sekarang dikenal dengan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (KORPASKHAS).

Perubahan organisasi pasukan

PASKHASDalam perjalanan sejarahnya organisasi Korpaskhas mengalami perubahan, berawal dari kebutuhan Badan Keamanan Rakyat Udara (BKRO) untuk melindungi pangkalan udara yang direbut dari tentara Jepang terhadap serangan tentara Belanda. Setelah Indonesia merdeka sekaligus konsolidasi BKRO dibentuklah organisasi darat yaitu Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) yang masih bersifat lokal. Baru pada tahun 1950, PPP dipusatkan di Jakarta dengan sebutan Air Base Defence Troop (ABDT)membawahi 8 kompi PPP.

Pada tahun 1950 diadakan sekolah terjun payung di Lanud Andir dalam rangka mempersiapkan pembentukan pasukan PARA, hasil didik dari sekolah para inilah yang kemudian disusun kompi-kompi pasukan para. Setelah terbentuk kompi-kompi pasukan para, pada bulan Februari 1952 dibentuk Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sehingga pada tahun 1952, Pasukan TNI AU terdiri dari PPPPGT dan PSU (Penangkis Serangan Udara).

Dalam rangka pembebasan Irian Barat, sesuai perintah MEN/PANGAU dibentuk Resimen Tim Pertempuran Pasukan Gerak Tjepat (RTP PGT) yang melingkupi seluruh pasukan di atas.

KOPPAU

PASKHASDan tanggal 15 Oktober 1962 berdasarkan Keputusan MEN / PANGAU No. 159 dibentuk Komando Pertahanan Pangkalan Angkatan Udara (KOPPAU) yang terdiri dari markas Komando berkedudukan di Bandung, Resimen PPP di Jakarta dan Resimen PGT di Bandung. Resimen PPP membawahi 5 Batalyon masing-masing di Palembang, Banjarmasin, Makassar, Biak dan Jakarta sedangkan Resimen PGT membawahi 3 Batalyon masing-masing di Bogor, Bandung dan Jakarta.

KOPASGAT

Bedasarkan hasil seminar pasukan di Bandung pada tanggal 11 s.d. 16 April 1966, sesuai dengan Keputusan MEN/PANGAU No. 45 Tahun 1966, tanggal 17 Mei 1966, KOPPAU disahkan menjadi Komando Pasukan Gerak Tjepat (KOPASGAT) yang terdiri dari 3 Resimen :

  1. Resimen I Pasgat di Bandung, membawahi :
    1. Batalyon A Pasgat di Bogor
    2. Batalyon B Pasgat di Bandung
  2. Resimen II Pasgat di Jakarta, membawahi :
    1. Batalyon A Pasgat di Jakarta
    2. Batalyon B Pasgat di Jakarta
    3. Batalyon C Pasgat di Medan
    4. Batalyon D Pasgat di Banjarmasin
  3. Resimen III Pasgat di Surabaya, membawahi :
    1. Batalyon A Pasgat di Makassar
    2. Batalyon B Pasgat di Madiun
    3. Batalyon C Pasgat di Surabaya
    4. Batalyon D Pasgat di Biak
    5. Batalyon E Pasgat di Yogyakarta

Selanjutnya bedasarkan Keputusan KASAU No. 57 Tanggal 1 Juli 1970, Resimen diganti menjadi WING

PUSPASKHASAU

Sejalan dengan dinamika penyempurnaan organisasi dan pemantapan satuan-satuan TNI, maka berdasarkan Keputusan KASAU No. Kep/22/III/ 1985 tanggal 11 Maret 1985, Kopasgatberubah menjadi Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (PUSPASKHASAU).

KORPASKHASAU

Seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI dan TNI Angkatan Udara, maka tanggal 17 Juli 1997 sesuai Skep PANGAB No. SKEP/09/VII/1997, status Puspaskhas ditingkatkan dariBadan Pelaksana Pusat menjadi Komando Utama Pembinaan (Kotamabin) sehingga sebutan PUSPASKHASberubah menjadi Korps Pasukan Khas TNI AU (KORPASKHASAU).

Kekuatan Tempur Paskhas

PASKHASSetelah berubah status menjadi Kotamabin berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara No. SKEP/73/III/1999 tanggal 24 Maret 1999, Korpaskhas membawahi WING Paskhas (WING I, WING II, WING III), Detasemen Bravo Paskhas (Den Bravo Paskhas) dan Detasemen Kawal Protokol Paskhas (Den Walkol Paskhas).

  1. Wing 1/Hardha Maruta (Halim Perdana Kusuma, Jakarta):
    1. Skadron 461/Cakra Bhaskara (Halim Perdana Kusuma, Jakarta)
    2. Skadron 462/Pulanggeni (Husein Sastranegara, Bandung)
    3. Skadron 465/Brajamusti (Halim Perdana Kusuma, Jakarta)
    4. Flight A (Lanud Medan, Medan)
    5. Flight B (Lanud Pekanbaru, Riau)
    6. Flight C (Atang Sanjaya, Bogor)
    7. Flight D (Supadio, Pontianak)
  2. Wing 2 (Abdul Rahman Saleh, Malang):
    1. Skadron 463 (Iswahyudi, Madiun)
    2. Skadron 464 (Abdul Rahman Saleh, Malang)
    3. Skadron 466 (Hasanudin, Makasar)
    4. Flight E (Adisucipto, Yogyakarta)
    5. Flight B (Manuhua, Biak)
  3. Wing 3 (Margahayu, Bandung):
    1. Pusat Pendidikan dan Latihan Paskhas
  4. Den Bravo Paskhas di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung.
  5. Den Walkol Paskhas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Paskhas saat ini berkekuatan 3.000 personel. Terbatasnya dukungan dana dari pemerintah memang jadi kendala untuk memodernisasi Paskhas. Dari segi persenjataan saja, prajurit Paskhas hanya mengandalkan persenjataam seperti senapan serbu SS-1 dan senapan mesin ringan Scorpion sebagai perlengkapan unit anti teroris Detasemen Bravo.

Namun begitu, rencana mengembangkan Paskhas menjadi 10 Skadron dengan jumlah personel dua kali lipat dari sekarang, tetap menjadi ‘energi’ bagi Paskhas untuk terus membenahi diri. Setidaknya sampai saat ini, pola penempatan Paskhas masih mengikuti pola penggelaran alutsista TNI AU, dalam hal ini pesawat terbang. Dengan kata lain, di mana ada skadron udara, di situ (idealnya) mesti ada skadron Paskhas sebagai unit pengamanan pangkalan.

Sumber :

     

  1. Dispen TNI-AU
  2. Wikipedia
  3. Angkasa
  4.  

Foto – foto PASKHAS Saat Bertugas Maupun Latihan
devile Paskhas Paskhas Train

Parade Paskhas Parade Paskhas

Peserta Upacara Paskhas Paskhas

PASKHAS PASKHAS

Paskhas Parade Paskhas

Paskhas Repling Paskhasau melaksanakan past rop

Warga KehormatanPaskhasau melaksanakan past ropTeropong Malam Paskhas

Terjun Malam Paskhas Alutsista Paskhas

Uji Tembak PaskhasWarga KehormatanSenjata Paskhas

11 Tanggapan to “Paskhas”

  1. neng said

    hebat luar biasa tni au khususnya paskhas… sukses selalu buat TNI AU.. Semoga Tuhan YME selalu melindungi semua anggota TNI AU.. Amiin…

  2. fixmanius said

    Waduh, itu parasutnya kok bolong-bolong ya?

  3. rista said

    “SALUT BUAT PASKHAS AU….MGA MAKIN JAYA….BRAVOOOOOOO”

  4. nurhadi yang asli said

    PASKHAS….i will come to you….

  5. danang said

    Aku berharap mampu memimpin pasukan khas aau…I want join!

  6. Yiyian Kartika Ardianto said

    Kayaknya lebih keren kalo pakai nama kopasgat seperti doeloe.. bravo paskhas!!!

  7. Ardianto said

    Kenapa nama Kopasgat diganti Paskhas…? Bukannya akan lebih dasyat kalau pakai nama Komando biar lebih spesifik gitu loh

  8. chandra said

    dulu aku ikut test di penerimaan calon bintara tahun 96 tapi sayang aku gagal ditest padahal cita citaku ingin jadi pomau atau paskhas

  9. maulana said

    yang penting bisa bikin itu jiran nangis bro

  10. twishan said

    Wow, keren banget para gatot kaca negriku …. Salut ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: